Persiapan Muslimah Menjelang Pernikahan Permasalahan dan Kiat-kiat Menghadapinya…

February 20, 2006

Sebagai seorang muslimah, kita semua tentu mengharapkan pada saatnya nanti akan bertemu dengan pendamping yang akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga kita. Harapannya adalah, dapat membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawwadah warrahmah. Berikut ini adalah sebuah artikel yang bagus untuk disimak yang insya Allah bisa menjadi bekal bagi para muslimah pada khususnya, juga seluruh muslimin dan muslimat dimanapun berada pada umumnya, mengenai apa yang harus dipersiapkan menjelang pernikahan. Silahkan disimak.

1. Pendahuluan. Allah telah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasangan, tetumbuhan, pepohonan, hewan, semua Allah ciptakan dalam sunnah keseimbangan & keserasian. Begitupun dengan manusia, pada diri manusia berjenis laki-laki terdapat sifat kejantanan/ketegaran dan pada manusia yang berjenis wanita terkandung sifat kelembutan/kepengasihan. Sudah menjadi sunatullah bahwa antara kedua sifat tersebut terdapat unsur tarik menarik dan kebutuhan untuk saling melengkapi.

Untuk merealisasikan terjadinya kesatuan dari dua sifat tersebut menjadi sebuah hubungan yang benar-benar manusiawi maka Islam telah datang dengan membawa ajaran pernikahan Islam menjadikan lembaga pernikahan sebagai sarana untuk memadu kasih sayang diantara dua jenis manusia. Dengan jalan pernikahan itu pula akan lahir keturunan secara terhormat. Maka adalah suatu hal yang wajar jika pernikahan dikatakan sebagai suatu peristiwa yang sangat diharapkan oleh mereka yang ingin menjaga kesucian fitrah.

Dan bahkan Rosulullah SAW dalam sebuah hadits secara tegas memberikan ultimatum kepada ummatnya: “Barang siapa telah mempunyai kemampuan menikah kemudian ia tidak menikah maka ia bukan termasuk umatku” (H.R. Thabrani dan Baihaqi).

2. Persiapan Pra Nikah bagi muslimah . Seorang muslimah sholihah yang mengetahui urgensi dan ibadah pernikahan tentu saja suatu hari nanti ingin dapat bersanding dengan seorang laki-laki sholih dalam ikatan suci pernikahan. Pernikahan menuju rumah tangga samara (sakinah, mawaddah & rahmah) tidak tercipta begitu saja, melainkan butuh persiapan-persiapan yang memadai sebelum muslimah melangkah memasuki gerbang pernikahan.

Nikah adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat penting, suatu mitsaqan ghalizan (perjanjian yang sangat berat). Banyak konsekwensi yang harus dijalani pasangan suami-isteri dalam berumah tangga. Terutama bagi seorang muslimah, salah satu ujian dalam kehidupan diri seorang muslimah adalah bernama pernikahan. Karena salah satu syarat yang dapat menghantarkan seorang isteri masuk surga adalah mendapatkan ridho suami. Oleh sebab itu seorang muslimah harus mengetahui secara mendalam tentang berbagai hal yang berhubungan dengan persiapan-persiapan menjelang memasuki lembaga pernikahan. Hal tersebut antara lain :

A. Persiapan spiritual/moral (Kematangan visi keislaman) Dalam tiap diri muslimah, selalu terdapat keinginan, bahwa suatu hari nanti akan dipinang oleh seorang lelaki sholih, yang taat beribadah dan dapat diharapkan menjadi qowwam/pemimpin dalam mengarungi kehidupan di dunia, sebagai bekal dalam menuju akhirat. Tetapi, bila kita ingat firman Allah dalam Alqurâ’an bahwa wanita yang keji, adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik….” (QS An-Nuur: 26).

Bila dalam diri seorang muslimah memiliki keinginan untuk mendapatkan seorang suami yang sholih, maka harus diupayakan agar dirinya menjadi sholihah terlebih dahulu. Untuk menjadikan diri seorang muslimah sholihah, maka bekalilah diri dengan ilmu-ilmu agama, hiasilah dengan akhlaq islami, tujuan nya bukan hanya semata untuk mencari jodoh, tetapi lebih kepada untuk beribadah mendapatkan ridhoNya. Dan media pernikahan adalah sebagai salah satu sarana untuk beribadah pula.

B. Persiapan konsepsional (memahami konsep tentang lembaga pernikahan)

Pernikahan sebagai ajang untuk menambah ibadah & pahala : meningkatkan pahala dari Allah, terutama dalam Shalat Dua rokaat dari orang yang telah menikah lebih baik daripada delapan puluh dua rokaatnya orang yang bujang” (HR. Tamam).

Pernikahan sebagai wadah terciptanya generasi robbani, penerus perjuangan menegakkan dienullah. Adapun dengan lahirnya anak yang sholih/sholihah maka akan menjadi penyelamat bagi kedua orang tuanya.

Pernikahan sebagai sarana tarbiyah (pendidikan) dan ladang dakwah. Dengan menikah, maka akan banyak diperoleh pelajaran-pelajaran & hal-hal yang baru. Selain itu pernikahan juga menjadi salah satu sarana dalam berdakwah, baik dakwah ke keluarga, maupun ke masyarakat.

C. Persiapan kepribadian
Penerimaan adanya seorang pemimpin. Seorang muslimah harus faham dan sadar betul bila menikah nanti akan ada seseorang yang baru kita kenal, tetapi langsung menempati posisi sebagai seorang qowwam/pemimpin kita yang senantiasa harus kita hormati & taati. Disinilah nanti salah satu ujian pernikahan itu. Sebagai muslimah yang sudah terbiasa mandiri, maka pemahaman konsep kepemimpinan yang baik sesuai dengan syariat Islam akan menjadi modal dalam berinteraksi dengan suami.

Belajar untuk mengenal (bukan untuk dikenal). Seorang laki-laki yang menjadi suami kita, sesungguhnya adalah orang asing bagi kita. Latar belakang, suku, kebiasaan semuanya sangat jauh berbeda dengan kita menjadi pemicu timbulnya perbedaan. Dan bila perbedaan tersebut tidak di atur dengan baik melalui komunikasi, keterbukaan dan kepercayaan, maka bisa jadi timbul persoalan dalam pernikahan. Untuk itu harus ada persiapan jiwa yang besar dalam menerima & berusaha mengenali suami kita.
D. Persiapan Fisik Kesiapan fisik ini ditandai dengan kesehatan yang memadai sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi diri sebagai suami ataupun isteri secara optimal. Saat sebelum menikah, ada baiknya bila memeriksakan kesehatan tubuh, terutama faktor yang mempengaruhi masalah reproduksi. Apakah organ-organ reproduksi dapat berfungsi baik, atau adakah penyakit tertentu yang diderita yang dapat berpengaruh pada kesehatan janin yang kelak dikandung. Bila ditemukan penyakit atau kelainan tertentu, segeralah berobat.

E. Persiapan Material Islam tidak menghendaki kita berfikiran materialistis, yaitu hidup yang hanya berorientasi pada materi. Akan tetapi bagi seorang suami, yang akan mengemban amanah sebagai kepala keluarga, maka diutamakan adanya kesiapan calon suami untuk menafkahi. Dan bagi fihak wanita, adanya kesiapan untuk mengelola keuangan keluarga. Insyallah bila suami berikhtiar untuk menafkahi maka Allah akan mencukupkan rizki kepadanya. Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni’mat Allah? (QS. 16:72) ” Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 24:32)”.

F. Persiapan Sosial Setelah sepasang manusia menikah berarti status sosialnya dimasyarakatpun berubah. Mereka bukan lagi gadis dan lajang tetapi telah berubah menjadi sebuah keluarga. Sehingga mereka pun harus mulai membiasakan diri untuk terlibat dalam kegiatan di kedua belah pihak keluarga maupun di masyarakat. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu. Dan berbuat baiklah terhadap kedua orang tua, kerabat-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin,”Q.S. An-Nissa: 36).

Adapun persiapan-persiapan menjelang pernikahan (A hingga F) yang tersebut di atas itu tidak dapat dengan begitu saja kita raih. Melainkan perlu waktu dan proses belajar untuk mengkajinya. Untuk itu maka saat kita kini masih memiliki banyak waktu, belum terikat oleh kesibukan rumah tangga, maka upayakan untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya guna persiapan menghadapi rumah tangga kelak.

3. Pemahaman kriteria dalam memilih atau menyeleksi calon suami

- Utamakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama yang baik

- Bagaimana ibadah wajib laki-laki yang dimaksud

- Sejauh mana konsistensi & semangatnya dalam menjalankan syariat Islam

- Bagaimana akhlaq & kepribadiannya

- Bagaimana lingkungan keluarga & teman-temannya

Catatan : Seorang laki-laki yang sholih akan membawa kehidupan seorang wanita menjadi lebih baik, baik di dunia maupun kelak di akhirat .

Sekufu

- Memudahkan proses dalam beradaptasi

- Tapi ini tidak mutlak sifatnya, karena jodoh adalah rahasia Allah

- Batasan-batasan siapa yang yang terlarang untuk menjadi suami (QS 4:23-24; QS2: 221)

4. Langkah-langkah yang ditempuh dalam kaitannya untuk memilih calon

a. Menentukan kriteria calon pendamping (suami ). Diutamakan lelaki yang baik agamanya.

b. Mengkondisikan orang tua dan keluarga , Kadang ketidaksiapan orang tua dan keluarga bila anak gadisnya menikah menjadi suatu kendala tersendiri bagi seorang muslimah untuk menuju proses pernikahan. Penyebab ketidak siapan itu kadang justru berasal dari diri muslimah itu sendiri, misalnya masih menunjukkan sikap kekanak-kanakan, belum dapat bertanggung jawab dsb. Atau kadang dapat juga pengaruh dari lingkungan, seperti belum selesai kuliah (sarjana) tetapi sudah akan menikah. Hal-hal seperti ini harus diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya, agar pelaksanaan menuju pernikahan menjadi lancar.

c. Mengkomunikasikan kesiapan untuk menikah dengan pihak-pihak yang dipercaya Kesiapan seorang muslimah dapat dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang dipercaya, agar dapat turut membantu langkah-langkah menuju proses selanjutnya.

d. Taâ’aruf (Berkenalan) , Proses taâ’aruf sebaiknya dilakukan dengan cara Islami. Dalam Islam proses taâ’aruf tidak sama dengan istilah pacaran. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan kondisi dua insan berlainan jenis yang khalwat atau berduaan. Yang mana dapat membuka peluang terjadinya saling pandang atau bahkan saling sentuh, yang sudah jelas semuanya tidak diatur dalam Islam. Allah SWT berfirman “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” QS 17:32).

Rasulullah SAW bersabda : “Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Bila kita menginginkan pernikahan kita terbingkai dalam ajaran Islami, maka semua proses yang menyertainya, seperti mulai dari mencari pasangan haruslah diupayakan dengan cara yang ihsan & islami.

e. Bermusyawarah dengan pihak-pihak terkait , Bila setelah proses taâ’aruf terlewati, dan hendak dilanjutkan ke tahap berikutnya, maka selanjutnya dapat melangkah untuk mulai bermusyawarah dengan pihak-pihak yang terkait.

f. Istikhoroh , Daya nalar manusia dalam menilai sesuatu dapat salah, untuk itu sebagai seorang msulimah yang senantiasa bersandar pada ketentuan Allah, sudah sebaiknya bila meminta petunjuk dari Allah SWT. Bila calon tersebut baik bagi diri muslimah, agama dan penghidupannya, Allah akan mendekatkan, dan bila sebaliknya maka akan dijauhkan. Dalam hal ini, apapun kelak yang terjadi, maka sikap berprasangka baik (husnuzhon) terhadap taqdir Allah harus diutamakan.

g. Khitbah , Jika keputusan telah diambil, dan sebelum menginjak pelaksanaan nikah, maka harus didahului oleh pelaksanaan khitbah. Yaitu penawaran atau permintaan dari laki-laki kepada wali dan keluarga fihak wanita. Dalam Islam, wanita yang sudah dikhitbah oleh seorang lelaki, maka tidak boleh untuk dikhitbah oleh lelaki yang lain. Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Janganlah kamu mengkhitbah wanita yang sudah dikhitbah saudaranya, sampai yang mengkhitbah itu meninggalkannya atau memberinya izin “(HR. Muttafaq alaihi).
5. Pentingnya mempelajari tata cara nikah sesuai dengan anjuran & syariat Islam

Sebenarnya tata cara pernikahan dalam Islam sangatlah sederhana dibandingkan tata cara pernikahan adata atau agama lain. Karena Islam sangat menginginkan kemudahan bagi pelakunya. Untuk itu memahami tata cara pernikahan yg islami menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi calon pasangan muslim. Dengan melaksanakan secara Islami, maka sebisa mungkin untuk menghindarkan diri dari kebiasaan-kebiasaan tata cara pernikahan yang berbau syirik menyekutukan Allah). Karena hanya kepada Allah SWT sajalah kita memohon kelancaran, kemudahan, keselamatan dan kelanggengan pernikahan nanti. Untuk beberapa hal yang harus kita ketahui tentang tatacara nikah adalah masalah sbb:

a. Dewasa (baligh) & Sadar

b. Wali , “Tidak ada nikah kecuali dengan wali” (HR.Tirmidzi J.II Bukhari Muslim dalam Kitabu Nikah),

c. Mahar , “Berikanlah mahar kepada wanita-wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan” (QS: 4:4)

- Semakin ringan mahar semakin baik. Seperti sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dari Uqbah bin Amir : “Sebaik-baiknya mahar adalah paling ringan (nilainya).”

- Bila tak memiliki materi, boleh berupa jasa. Semisal jasa mengajarkan beberapa ayat al-Qur’an atau ilmu-ilmu agama lainnya. Dalam sebuah hadis Rasulullah berkata kepada seorang pemuda yang dinikahkannya : “Telah aku nikahkan engkau dengannya (wanita) dengan mahar apa yang engkau miliki dari Al-Quran” (HR. Bukhari dan Muslim)

d. Adanya dua orang saksi

e. Proses Ijab Qobul , Proses Ijab Qabul adalah proses perpindahan perwalian dari Ayah/Wali wanita kepada suaminya. Dan untuk kedepannya makan yang bertanggung jawab terhadap diri wanita itu adalah suaminya. Syarat-syarat diatas adalah ketentuan yang harus dipenuhi dalam syarat sahnya prosesi suatu pernikahan. Selain itu dianjurkan untuk mengadakan walimatul ‘ursy, dimana pasangan mempelai sebaiknya diperkenalkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar bahwa mereka telah resmi menjadi pasangan suami isteri, sebagai antisipasi terjadinya fitnah.

6. Permasalahan seputar masalah persiapan nikah
a. Sudah siap, tetapi jodoh tidak kunjung datang Rahasia jodoh adalah hanya milik Allah, tidak ada satu orangpun yang dapat meramalkan bila jodohnya datang. Sikap husnuzhon amat diutamakan dalam fase menunggu ini. Sembari terus berikhtiar dengan cara meminta bantuan orang-orang yang terpercaya dan berdo’a memohon pertolongan Allah. Juga upayakan senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Hindari diri dari berangan-angan, isilah waktu oleh kegiatan-kegiatan positif .

b. Belum siap, tetapi sudah datang tawaran Introspeksi diri, apakah yang membuat diri belum siap ?. Cari penyebab ketidak siapan itu, tingkatkan kepercayaan diri dan fikirkan solusinya. Sangat baik bila mengkomunikasikan masalah ini dengan orang-orang yang dipercaya, sehingga diharapkan dapat membantu proses penyiapan diri. Sembari terus banyak mengkaji urgensi tentang pernikahan berikut hikmah-hikmah yang ada di dalamnya.

7. Penutup
Agama Islam sudah sedemikian dimudahkan oleh Allah SWT, tetap masih saja ada orang yang merasakan berat dalam melaksanakannya karena ketidak tahuan mereka. Allah Taâ’ala telah berfirman: “Allah menghendaki kemmudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu” (Q.S. Al-Baqarah : 185)

Kita lihat, betapa Islam menghendaki kemudahan dalam proses pernikahan. Proses pemilihan jodoh, dalam peminangan, dalam urusan mahar dan juga dalam melaksanakan akad nikah. Demikianlah beberapa pandangan tentang persiapan pernikahan dan berbagai problematikanya, juga beberapa kiat untuk mengantisipasinya. Insyallah, jika ummat Islam mengikuti jalan yang telah digariskan Allah SWT kepadanya, niscaya mereka akan hidup dibawah naungan Islam yang mulia ini dengan penuh ketenangan dan kedamaian .
Wallahuâ’alamu bi showab.

Penyusun: oleh Rini Fura Kirana M.Eng
Dikirim oleh: Fuan, dari sebuah seminar yang diikutinya.

60 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://gusti.blogsome.com/2006/02/20/persiapan-muslimah-menjelang-pernikahan-permasalahan-dan-kiat-kiat-menghadapinya/trackback/

  1. thank you

    Comment by lisa — June 11, 2006 @ 4:32 am

  2. bagus banget…dan berguna utk yg lagi butuhin…spt saya ;)
    Jazakumullah…Terima kasih banyak…

    Comment by nila — July 20, 2006 @ 7:41 am

  3. Bagaimana dengan pernikahan antar harokah…apakah itu boleh-boleh saja?

    Comment by mencari jawaban — July 20, 2006 @ 9:11 am

  4. Subhanallah… bermanfaat banget buatku….

    Comment by Sugi heryani — September 26, 2006 @ 7:43 am

  5. Pernikahan yang Islami itu mudah di dunia, jelas balasannya di akhirat. Pernikahan yang pengaruh Islamnya kalah oleh tradisi atau keinginan: berat, merepotkan di dunia, namun tertolak di akhirat. Itu aja komentar saya

    Comment by Dr Fariz Nurwidya — October 30, 2006 @ 4:06 pm

  6. ass.wr.wb
    artikel ini sgt bagus buat sy, sgt menambah wawasan tentang persiapan menuju pernikahan. Sikap husnuzhon kepada Allah….menanti dtangnya the soul mate dalam hidup saya. Smoga Allah memberikan kekuatan, kesabaran serta dibukakan jalan untuk berusaha, melangkah dijln ridhonya menuju pernikahan barokah.
    Wass.wr.wb

    Comment by ike — November 7, 2006 @ 2:32 am

  7. hati-hati dalam menampilkan foto anda berdua. tidak seharusnya bagi suami yang baik memperlihatkan wajah istrinya untuk dinikmati orang banyak karna bisa saja itu menjadi sumber fitnah. jagalah kehormatan istri anda. semoga keluarga anda dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala. amin. Baarokallahu laka wa baaroka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khoiir…

    Comment by dan — November 29, 2006 @ 8:09 am

  8. pembekalan untuk kakakku

    Comment by adikmu — November 29, 2006 @ 1:37 pm

  9. Tambah, usahakan buatlah acara walimatul ursy dengan sesederhana mungkin, agar bisa jadi contoh bagi lajang lain agar merasa mampu melaksanakannnya juga

    Comment by Aswandi — January 6, 2007 @ 1:53 pm

  10. Baiknya Referensinya lebih diperbanyak,melihat fenomena saat ini banyak kejadian “Unik” seputar pernikahan…Poligami dalam berbagai persfektif…nikah lintas Agama..dll.Jazakumullah..saling berbagi Ilmu Menyebarkan SyariatNya.Syukran!!!

    Comment by herly — January 8, 2007 @ 1:56 pm

  11. Alhamdulillah wa jazakumullah atas artikelnya. Saya copy paste untuk bahan tausiyah teman saya ya.. dia semangat nikah tapi masih bnyk belum faham :) sekali lagi terima kasih.

    Comment by Marina — February 20, 2007 @ 9:39 pm

  12. setuju..!! ;-P

    Comment by niken — March 2, 2007 @ 8:53 am

  13. bekal untuk saya menuju mahligai pernikahan yang tinggal beberapa bulan lagi. semoga pernikahan kami lancar dan diberkahi oleh allah swt…amin

    Comment by yuli — March 5, 2007 @ 5:53 am

  14. Insya Allah tahun 2007 saya akan menikah…rasa takut kini sudah hilang..Pasti Allah akan memberi jalan bagi saya

    Comment by bambang — March 5, 2007 @ 12:05 pm

  15. gue mau nikah secara islami …,artikel ini yang di tunggu …..sukron ya

    Comment by samsul bahri — March 6, 2007 @ 2:22 am

  16. bagus ….sukron….ya artikelnya

    Comment by samsul bahri — March 6, 2007 @ 2:24 am

  17. Assalamualaikum.wr.wb
    Subhanalloh Alhamdulillah Wa Laailaahaillallohu Allohu Akbar, ini mrpkan rasa Syukur kita semua (Ummat Islam) tlah diedarkannya artikel yg bermanfaat, nmbah wawasan & di Ridhoi oleh ALLOH InsyaAlloh, JAZAKUMULLOH KHOIRUL JAZA ya… :) Aa Budi

    Comment by Aa Budi — March 24, 2007 @ 2:02 pm

  18. Assalamualaikum.wr.wb
    Subhanalloh Alhamdulillah Wa Laailaaha Illalloh Allohu Akbar
    rasa syukur kita semua yg tlah diedarkannya artikel ini sehingga banyak pembaca yg mengetahui, faham dan mau mengamalkan PERNIKAHAN SECARA ISLAMI INSYAALLOH, Teruslah menulis artikel yg membawa banyak Manfaat u Akhirat kelak, JAZAKUMULLOH KHOIRUL JAZA :) Aa Budi

    Comment by Aa Budi — March 24, 2007 @ 2:19 pm

  19. saya mau tanya apakah serah-serahan dari calon suami kepada calaon istrinya itu wajib dilakukan, ataukah hanya adat semata? tolong dijawab ya…. karen ainsaya allah saya akan menikah. syukron

    Comment by sunita rizkilillah — March 27, 2007 @ 5:41 am

  20. good….tapi untuk yang belum siap gimana dooong

    Comment by m4l4 — April 7, 2007 @ 3:45 am

  21. makasih bgt, ak emang lg butuh yang kayak gini coz bentar lagi mo married! mohon do’anya dari semua yang baca yach….!

    Comment by nono — April 12, 2007 @ 2:59 am

  22. makasih bgt, ak emang lg butuh yang kayak gini coz bentar lagi mo married! mohon do’anya dari semua yang baca yach….!

    Comment by nono — April 12, 2007 @ 3:02 am

  23. Artikel ini sangat bagus. Bukan hanya untuk yang belum menikah. Yang sudah berkeluarga pun bisa untuk penyegaran pemahaman tentang itu, sehingga dapat mempersiapkan pernikahan anak-anaknya dengan baik.

    Sarono P. Sasmito
    Pemimpin Redaksi Buletin Suara Pendidikan ISSN:1978-3191
    Redaktur Pelaksana Tabloid Desa Palembang Sumsel
    Website: www.tabloid-desa.com
    HP 08153801762

    Comment by Sarono Putro Sasmito — April 28, 2007 @ 10:17 pm

  24. Artikel ini sangat bagus. Bukan hanya untuk yang belum menikah. Yang sudah berkeluarga pun bisa untuk penyegaran pemahaman tentang itu, sehingga dapat mempersiapkan pernikahan anak-anaknya dengan baik.

    Sarono P. Sasmito
    Pemimpin Redaksi Buletin Suara Pendidikan ISSN:1978-3191
    Redaktur Pelaksana Tabloid Desa Palembang Sumsel
    Website: www.tabloid-desa.com
    HP 08153801762

    Comment by Sarono Putro Sasmito — April 28, 2007 @ 10:19 pm

  25. ada begitu banyak kekhawatiran ketika memasuki waktu jenjang pernikahan,namun dengan artikel ini maka kita bisa memahami dgn dari sudut pandang islam tanpa takut melangkah

    Comment by novie — May 15, 2007 @ 3:29 am

  26. bener2 bagus banget artikel ini..aku ingin sekali membeli bukunya karna ini bisa buat tuntunan aku yang ingin segera menikah tapi aku masih ragu,semoga aku bisa maenjalaninya semua ini atas ijin ALLAH..

    Comment by cipluk — May 28, 2007 @ 5:12 am

  27. bener2 bagus banget artikel ini..aku ingin sekali membeli bukunya karna ini bisa buat tuntunan aku yang ingin segera menikah tapi aku masih ragu,semoga aku bisa maenjalaninya semua ini atas ijin ALLAH..

    Comment by cipluk — May 28, 2007 @ 5:14 am

  28. Assalamu’alaikum.
    Saya menyukai seorang ikhwan.Beliau 2 tahun lebih tua dari saya,sementara usia saya adalah 19 tahun.
    Saya sudah siap untuk menikah,namun yang saya takutkan adalah mengungkapkan keinginan saya pada beliau,karena saya takut ditolak.
    Saya tidak siap merasakan sakit,misalnya kalau ternyata beliau menolak untuk berta’aruf dengan saya.
    Kendala yang lain adalah saya merasa minder,saya merasa tidak pantas untuk beliau.Mohon nasehatnya,apa yang harus saya lakukan?
    Jazakumulloh khoiron katsiro.
    Assalamu’alaikum.

    Comment by widhi — June 6, 2007 @ 7:31 am

  29. syukur alhamdullilah sangat bermanfaat sekali,,,
    Thanks,

    Comment by uges — June 19, 2007 @ 10:47 am

  30. uuh…jadi bener2 pengen mempersiapkan diri niyy!!
    doain ya..saudara2!

    Comment by jul — August 1, 2007 @ 10:12 am

  31. syukron, artikelnya oks banget, banyak ilmu yang bisa kuambil…
    jadi pengen cepet nikah dan merasakan nikmat-nikmat Allah SWT dalam kehidupan keluarga……..

    jazakumullah……..

    Comment by rea — August 13, 2007 @ 5:07 am

  32. Mohon doa semuanya, ana ingin sekali menikah. Doain ya bisa bertemu jodoh yang soleh dan rupawan.

    Comment by Julaikhah — August 26, 2007 @ 7:31 am

  33. Wah…bagus banget..
    Tambah wawasan n ilmu…tinggal mempraktekannya..hehehe
    Mohon izin utk mengcopy ya artikel ini. Utk dapat disebarluaskan kepada yang lain =)
    Jzklh..

    Comment by Ipel — September 12, 2007 @ 7:06 am

  34. wuich…subhanallah bagus banget and pas banget nech bwt saya yang kepengen nikah,ikhwan nya sech dah ada cuma ya sy gak tau apa dy tuch jodoh saya atau bukan?so kasih solusinya ya…jazakillah

    Comment by fitria — September 18, 2007 @ 8:28 am

  35. bagus,tapi aku bingung soalnya sosok yang allah tunjukkan padaku saat ini kurang sesuai dengan harapan, khususnya masalah agama

    Comment by hani — October 4, 2007 @ 4:36 am

  36. Alhamdulillah… I’ve learned a lot from these articles.InsyaAlloh,sebentar lagi waktu itu datang. mohon doanya.syukron…

    Comment by atin — October 25, 2007 @ 11:54 pm

  37. Subhanallah….
    Pernikahan adalah surga yang disegerakan di dunia. Untuk menggapainya kita harus berusaha bersabar dan tawakkal.Insya Allah buah kesabaran itu manis rasanya.
    Syukron atas artikelnya. Hanya kepadaNyalah kita memohon segala jenis kebaikan.

    Comment by rahma — October 30, 2007 @ 1:39 pm

  38. alhamdulillah…suatu masukan yang sangat bermanfaat, khususnya buat qta para muslimah.banyak pasangan muda yang menikah namun belum memiliki perbekalan terutama yang bersifat islami.semoga lebih banyak memberikan informasi lagi.ditunggu ya…

    Comment by QiQi — November 12, 2007 @ 3:56 am

  39. Assalamu’alaikum Wr.Wb..
    artikelnya bermanfaat banget…saya senang sekali dengan artikel islami sprt ini.banyak cara untuk berdakwah, bukan begitu mba’…sukses selalu yaa..:-)

    Comment by ria — November 28, 2007 @ 11:53 am

  40. makasih yach
    kebetulan aku da tugas kuliah tentang ini
    jadi g usah repot-repot nyari decc
    skalian mau aku umumin ke kelas aku
    menularkan ilmu yang di dapat gppkan?
    hehhehehe

    Comment by arinaria — December 13, 2007 @ 11:45 am

  41. ass….
    setelah membaca artikel ini, aq merasa yakin n mantap menuju jenjang pernikahan…
    moga Allah memberikan ridhoNya kepada rencana aq tuk menikah ditahun ini
    semoga pernikahan kami lancar dan diberkahi oleh allah swt… amin bantu do’a ya semuanya… diucapkan terima makasih sebelumnya…

    Comment by hamba Allah — January 5, 2008 @ 6:14 am

  42. ass….
    setelah membaca artikel ini, aq merasa yakin n mantap menuju jenjang pernikahan…
    moga Allah memberikan ridhoNya kepada rencana aq tuk menikah ditahun ini
    semoga pernikahan kami lancar dan diberkahi oleh allah swt… amin bantu do’a ya semuanya… diucapkan terima makasih sebelumnya…

    Comment by hamba Allah — January 5, 2008 @ 6:17 am

  43. ass….
    setelah membaca artikel ini, aq merasa yakin n mantap menuju jenjang pernikahan…
    moga Allah memberikan ridhoNya kepada rencana aq tuk menikah ditahun ini
    semoga pernikahan kami lancar dan diberkahi oleh allah swt… amin bantu do’a ya semuanya… diucapkan terima makasih sebelumnya…

    Comment by hamba Allah — January 5, 2008 @ 6:18 am

  44. good! thanx ya,…

    Comment by Nurhain — January 7, 2008 @ 8:58 am

  45. Assalamu’alaikum, Wr, Wb.
    Subhanallah, Jazakallah Khoir atas artikelnya. Semoga terus bermanfaat buat semua yang baca….SEMANGAT2!!!!

    Comment by Ukhti Fera — January 19, 2008 @ 8:47 am

  46. nikah?? siap ga ya?? kata2 ini suka terlintas. tapi insyaallah, setelah baca artikel ini, ana musti siap dengan segala keterbatasan ana sendiri dan kekurangan pada diri calon pasangan…
    syukron jiddan

    Comment by wie — January 31, 2008 @ 5:01 am

  47. assalamu’alaykum wr wb
    artikel ttg pernikahan yang lengkap dan sangat membantu. Syukron jazilan. jazakumullah khayran katsira.. mohon doanya juga mudah2an bisa mengamalkan semua. Nuhun ilmunya.. *lg mempersiapkan..*

    Comment by esa — February 5, 2008 @ 5:47 am

  48. hmm…jd pgn nikah..kapan ya…

    Comment by pila — February 25, 2008 @ 1:03 am

  49. makasiih…bnget,w jd pngin buru buru,tapi belom dapat jodoh,mohon do`anya ya?makasih……..

    Comment by zulal AS — March 23, 2008 @ 11:42 am

  50. Luar biasa….
    bagi akan menyegerakan semoga barokah
    bagi yang belum semoga segera melaksanakan
    bagi yang masih ragu, semoga segera Allah hilangkan
    Bagi yang tidak yakin, semoga segera Allah sadarkan
    Pernikahan sangat luar biasa untuk segera di sambut
    Selamat menjalankan ibadah yang akan mengantarkanmu ke Surga

    Comment by setyo — April 11, 2008 @ 2:54 am

  51. salam ukhuwah
    subhanallah artikel ini sangat bermanfa’at untuk ana,Ya Robby ampunilah hamba yang berlumuran dosa ini,dan berikanlahku kesabaran dalam penantian ini .

    Comment by ulfah — April 22, 2008 @ 1:31 pm

  52. assalamu’alaikum wrwb.
    artikelnya bagus banget, ane minta ijin yach di copy paste biar makin banyak yang tau ^_^,,, bagus banget artikelnya, apalagi bagi yg sedang ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan namu bingung apa aja yg harus dipersiapkan. pertanyaan ane, bgmn hukumnya memajang foto di undangan?? kalau bisa ditambah bacaan/doa & amalan apa aja yg peru dihapalin.. misalnya doa ketika memulai hub. dll. syukron

    Comment by chibie — April 26, 2008 @ 9:55 am

  53. ma ksh bngt. dengan artikel ini menambah keyakinan saya untuk belajar meraih cinta Allah. ya Allah….. bila aku jatuh cinta janganlah Engkau palingkan wajahMu dariku

    Comment by zizi — May 1, 2008 @ 4:13 am

  54. ass….
    seneng aja bs ngebaca artikel ke’ gini…
    tapi z__^_^ ge pusing bnget…disisi lain udah siap dan udah ada yang mau nikahin…n insyaallah dia jg udah siap lahir n batin,,,tapi,kendalanya adalah kakak z__^_^ belum menikah..
    dan rasanya g mungkin z__^_^ melangkahi kk..
    tolong dong kalau ada saran atau masukan buat z__^_^…krim aja email>>>zha_ciako@yahoo.co.id

    Comment by zha__^_^ — May 6, 2008 @ 1:54 pm

  55. Semoga semua hal2 yang Anda berikan pada sya yang dalam waktu dekat ini akan melepas masa gadis sya bisa selamanya dpat bermanfaat dan sya terapkan dlam menjalani kehidupan baru sya nanti dengan pendamping hidup sya. Terima Kasih.

    Comment by nana' — May 7, 2008 @ 1:17 am

  56. Syukron katsir, smoga bermnfaat untuk sya yang dalam waktu dekat ini akan melepas masa gadis sya,

    Comment by nana\' — May 7, 2008 @ 1:21 am

  57. Wah Artikel ini memang Yahoooooottttttt…….
    Thank to Allah yang telah memberikan kita semua kemudahan…
    Semoga Kita semua adalah diantara orang-orang yang beruntung…
    Amienn Yaaa Rabbal Alamiiinnnnn

    Comment by itang — May 7, 2008 @ 1:24 am

  58. syukron katsiron….ini sangat bermanfaat untuk saya yang sedang menunggu datangny waktu itu

    Comment by Anna — May 15, 2008 @ 5:52 am

  59. IT’S WONDERFULL! AQ JADI LEBIH TAHU DAN SIAP MENJALANI TAA’RUF YANG BAKAL AKU JALANI. THANKS. ^,^ VERY VERY THANK YOU. I LIKE IT.

    Comment by RIZMH — June 10, 2008 @ 8:40 am

  60. Ass Wr Wb
    Artikel ini bagus banget untuk menambah referensi dan keyakinan diri untuk menyegerakan sunatullah yaitu pernikahan, dan menjawab semua fenomena yang terjadi pada masyarakat kita, yang sudah terjadi pergeseran nilai-nilai mulia dari sebuah pernikahan.

    Comment by Ineke — June 12, 2008 @ 2:53 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>