“sorry, ruang sholatnya dimana ??”
February 15, 2006Kubereskan meja kerja ku saat adzan telah menggema, semuanya harus kelihatan rapi disaat aku tinggalkan untuk sholat maghrib, kalau tidak aku takut akan dibereskan temen-temenku, dan kertas-kerats coretanku pun akan punya rumah baru di tong sampah.
Alhamdulillah teman-temanku selalu siap sedia menggantikanku disaat aku akan menunai kewajibanku sebagai seorang muslim. Meski kadang aku merasa begitu sedih, diwaktu adzan berkumandang seperti ini masih saja user-user warnet berdatangan. Bukannya aku tidak bersyukur atas rejeki yang diberikan Allah kepada kami dengan ramainya pelanggan, hanya saja aku merasa seakan-akan kami menyediakan tempat untuk orang melupakan Allah. Terbersit rasa bersalah yang sangat dalam dihati. Namun apa yang harus kulakan ?? menutup warnet adalah hal yang tak mungkin kulakukan.
Sejenak sebelum kulangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk berwudhu aku palingkan wajahku menatap ruang warnet, komputer yang tersedia sudah terisi semua, namun kulihat mereka semua sibuk dan terhanyut dalam konsentrasinya menatap layar komputer. Ingatkah mereka ini waktunya Magrib, dengarkah mereka panggilan adzan yang baru saja berkumandang ?? padahal sengaja kumatikan musik yang selalu mengalun dari speaker komputerku…. Ya Robb maafkanlah hambaMu, hanya ini yang dapat kulakukan namun tampaknya juga tak berarti apa-apa.
“Sorry ngganggu, boleh nanya nggak ?” seorang pemuda berdiri didepanku mengahalangi langkahku saat akan kembali kemeja kerja operator.
” Iya, kenapa ?” jawabku
“Ruang sholatnya dimana ya ?” sejenak aku terdiam melihatnya. Kaos oblong dibalut jaket, dengan celana jeans yang robek dibagian lututnya khas dandanan mahasiswa bandel membuatku bengong sendiri.
” Itu, diatas mas, kalo tempat wudhunya disana ” jawabku sambil menunjuk arah kamar mandi.
” OK thanx ya” katanya seraya mengangkat ransel dan berlalu.
Uh………. kertas kwarto nya pake habis segala lagi. aku memasuki ruang penyimpanan barang-barang yaitu ruang yang biasa kami gunakan untuk sholat.
Ha …………………………… setengah kaget aku memalingkan wajahku, menatap sosok yang saat ini tengah rukuk dengan khidmatnya. Pemuda dengan dandanan yang abrek-abrekkan tadi menjelma menjadi sosok pemuda dengan ciri keIslaman yang menonjol. Baju koko, sarung dan kopiah menutupi kepalanya. Kulirik ranselnya, yang lengkap dengan baju kumal yang tadi di kenakan nya.
Subhanallah…… beginikah jika seseorang telah menemukan cinta Allah. Tak peduli dia datang ketempat apa, dengan dandanan apa atau dengan siapa dia datang, ketika menemui kekasih abadinya dia menjelma menjadi muslim sejati. Aku melangkah menuruni tangga menuju meja kerjaku, dengan sejuta perasaan bahagia.
Pertanyaan yang sangat aku dambakan akhirnya ku dengar juga. ” Ruang sholatnya dimana ya ?”
Trimakasih Ya Allah, paling tidak aku tau diantara seabrek orang yang disini ada dia yang mencintaiMu dengan caranya sendiri
Sumber : Unknown

Masih sedikit nyambung dengan tulisan “Siapa paling jelek??!” ya. Orang yang ‘jelek’: kaos oblong, celana jins robek di dengkul, ternyata bisa menjelma menjadi makhluk yang taat di hadapan Khaliq-nya. Berarti dia bukan orang paling jelek dong…
Comment by priyo — August 29, 2007 @ 11:00 am
Deep…
Comment by Lupi — April 6, 2008 @ 1:38 pm