Pacaran Dalam Pandangan Islam

February 20, 2006

a. Islam Mengakui Rasa Cinta

Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.

“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .”(QS. Ali Imran :14).

Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mengejwantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semau itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.

Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku”.
(more…)

Loving You, Merit Yuk

Wahai sekalian pemuda… barangsiapa di antara kalian berkesanggupan (sudah mampu) maka hendaklah menikah. Karena sesungguhnya ia (menikah) dapat memejamkan mata dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, maka berpuasalah. Maka sesungguhnya puasa itu benteng baginya.
[HR Bukhari dan Muslim]
(more…)

Persiapan Muslimah Menjelang Pernikahan Permasalahan dan Kiat-kiat Menghadapinya…

Sebagai seorang muslimah, kita semua tentu mengharapkan pada saatnya nanti akan bertemu dengan pendamping yang akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga kita. Harapannya adalah, dapat membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawwadah warrahmah. Berikut ini adalah sebuah artikel yang bagus untuk disimak yang insya Allah bisa menjadi bekal bagi para muslimah pada khususnya, juga seluruh muslimin dan muslimat dimanapun berada pada umumnya, mengenai apa yang harus dipersiapkan menjelang pernikahan. Silahkan disimak.
(more…)

Lagi-lagi Tentang Nikah…

February 16, 2006

Bismillahirrahmaanirahiim

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2 Al-qur’an tentang tujuan hidup yang sebenarnya Nasehat ini untuk semuanya ………..
Untuk mereka yang sudah memiliki arah………
Untuk mereka yang belum memiliki arah………
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya…….
Semua yang menginginkan kebaikan.
(more…)

Siapa paling jelek ??!

Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. “Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus “, kata Kyai. “Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?” “Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari “. Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.
(more…)

Tetaplah di Sini Saudaraku

February 15, 2006

Tetaplah disini saudara/i ku………..
Dijalan keimanan ini……..dijalan keislaman ini…………….
Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini………sampai usai………….
Kita semua mungkin sudah letih….
Karena perjalanan ini amat panjang dan berliku……
Tapi …. bersiaplah disini…….
Jangan sekali-kali kita menjauh……
Yakinlah kenikmatan pengorbanan yang kita teguk di jalan ini….
Jauh lebih banyak … ketimbang yang dilakukan orang-orang lalai itu ……
Keindahan disini…. jauh lebih indah dari pada keindahan yang dibanggakan oleh orang-orang lalai itu
(more…)

“sorry, ruang sholatnya dimana ??”

Kubereskan meja kerja ku saat adzan telah menggema, semuanya harus kelihatan rapi disaat aku tinggalkan untuk sholat maghrib, kalau tidak aku takut akan dibereskan temen-temenku, dan kertas-kerats coretanku pun akan punya rumah baru di tong sampah.
Alhamdulillah teman-temanku selalu siap sedia menggantikanku disaat aku akan menunai kewajibanku sebagai seorang muslim. Meski kadang aku merasa begitu sedih, diwaktu adzan berkumandang seperti ini masih saja user-user warnet berdatangan. Bukannya aku tidak bersyukur atas rejeki yang diberikan Allah kepada kami dengan ramainya pelanggan, hanya saja aku merasa seakan-akan kami menyediakan tempat untuk orang melupakan Allah. Terbersit rasa bersalah yang sangat dalam dihati. Namun apa yang harus kulakan ?? menutup warnet adalah hal yang tak mungkin kulakukan.
(more…)

Membangkitkan Reaktor Energi Ketakberhinggaan

Adalah Bilal. Ketika tubuh legamnya dipanggang di tengah hamparan pasir membara kota Makkah, ditindah batu besar membara pula, seraya dikatakan padanya, “Demi Alllah, kamu akan terus begini sampai mati, atau kamu ingkar kepada Muhammad dan menyembah Lata dan Uzza.”Telah masyhur bahwa kemudian sepasang bibir mulianya tidak berucap melainkan hanya “Ahad…ahad… .” Sampai kemudian Abu Bakar membelinya dari majikannya (Umayyah bin Khalaf) kemudian membebaskannya.
Adalah Fatimah binti Kkath-thab. Tatkala hardikan Umar seraya meraih kasar kepalanya mengusik tilawahnya bersama Khabbab dan suaminya. Bahkan saat sejurus kemudian gamparan keras tangan perkasa kakaknya itu menyungkurkannya bersimbah darah. Bukan tangisan wajar seorang adik perempuan kesayangan yang keluar, pun bukan harap menghiba penuh kelemahan. Fathimah bangkit kemudian balas meraih kepala Umar dan
berkata tegas, “Sekalipun kau tidak menyukainya!!!”
(more…)

Kiat Mengajak Muslimah Berjilbab

“Bagaimana cara menyikapi para muslimah yang belum sempurna menutup auratnya? ”

1. Bijak Menyikapi Kekurangan Orang Lain

Bagaimana mengajak saudara, teman, dan para muslimah di sekitar kita berjilbab? Atau setidaknya, bagaimana cara menyikapi para muslimah yang belum sempurna menutup auratnya?
Sebelum menjawab semua itu, kita mencoba mengupayakan bagaimana kiat untuk bijak menyikapi kekurangan orang lain.

Pertama, Bersyukur kepada Allah SWT, jika kita tak memiliki kekurangan yang serupa dengan orang yang kita saksikan kekurangannya. Sesungguhnya, kita terhindar dari kekurangan itu pun pada hakekatnya adalah karunia-Nya.
(more…)

to all of you yg ingin segera menggenapkan 1/2 dien

Ya Muqollibal Qulub Tsabbit qolbi ‘alad diinik…
Ya Muqollibal Qulub Tsabbit qolbi ‘alad da’watik…

Love is a give (Cinta adalah berkah)…
Bahkan salah seorang ikhwah mengatakan: Love is the essence of life (Cinta adalah inti sari kehidupan)…
Cinta Allah yang membuat bumi ada…
Cinta Allah yang membuat sang surya bersinar…
Cinta antar manusia yang membuat hidup tenteram dan nyaman…
Ketika kita mencintai, tidak ada kata pamrih disana…
Yang ada hanya memberi tanpa mengharap menerima…
Mirip seperti itulah hakikat menjadi da’i…
Dia harus siap mengorbankan hidup dan matinya demi da’wah…
Dia selalu memberi utk Islam,tanpa mengharapkan menerima utk setiap kerja da’wahnya…
Itulah ikhlash…
Siap menjadi jundi dan pada saat yang sama siap menjadi qiyadah…
Siap mengeluarkan uang utk da’wah…
Siap mengeluarkan tenaga utk da’wah…
Ana teringat kata Ustad :
Bahwa hubungan ikhwan dan akhwat aktivis da’wah adalah seperti saudara…
Cukup sampai disana…
Kalaupun terjadi gangguan hati yang merupakan sunnatulloh akibat adanya interaksi,
Tidak akan melebihi taraf SIMPATI antar kader
(SIMPATI : SIMPan dAlam haTI)…
Kecuali Allah memberikan kesempatan padanya utk menyelesaikan setengah agamanya…
Jika Allah telah menentukan jodoh utk kita, bahkan sebelum kita lahir,
Mengapa kita takut menjadi perawan tua atau jejaka jomblo…?
Masih panjang langkah da’wah kita…
Masih begitu banyak lahan da’wah yang belum kita jamah…
Ada satu hal yang akan datang dengan sendirinya pada anda, yaitu Jodoh…
Sehingga jangan sampai hal ini membuat kita ragu akan janji Allah pada kita…
Jangan sampai da’wah kita berpenyakit hanya karena masalah ini…
Sangat cengeng dan kekanak-kanakan, Bila sampai ada aktivis da’wah yang terjangkiti hal ini….
Da’wah adalah sesuatu yang suci…
Qod aflaha man zakkaha (Beruntunglah orang yang membersihkan diri)…
Wa qod khoba man dassaha (Dan celakalah orang yang mengotori dirinya)…
Sehingga orang yang berhak dan akan bertahan dalam jalan ini,
Adalah orang yang niat ikhlash membersihkan dirinya…
Dia ikut tarbiyah dengan keikhlasan,
Bukan karena ingin menikah dengan akhwat berjilbab…
Dia beraksi dan berdemonstrasi utk menyuarakan yang haq didepan penguasa yang zholim …
Bukan ingin ketenaran…
Dia berda’wah ingin menuju Jannah-Nya,
Bukan ingin mendapatkan jabatan, fans atau lainnya…

Ingat ikhwan wa akhwat fillah, Seperti disampaikan salah seorang ustad :
Utk ikhwan…
Bila anda istiqomah di jalan da’wah ini,
Bidadari telah menanti anda di syurga nanti…
Utk Akhwat…
Bila anda istiqomah di jalan da’wah ini,
Anda lebih baik dari bidadari yang terbaik yang
ada di syurga…

Kebenaran hakiki hanya milik 4JJI…
Dan di yaumil qiyamah kelak akan ditentukan
kebenaran akan hal2 yang kita perdebatkan…