Obrolan Warung Kopi Tentang Caleg

March 5, 2009

Kamis, 05 Maret 2009 00:18

Memasuki Pemilu April nanti. Para Caleg sudah mempersiapkan strategi promosi dan kampanye. Spanduk, stiker, tidak ketinggalan baliho terpampang di sudut-sudut jalan. Parasnya wajahnya serta slogan seakan-akan menyerukan kita untuk segera memilih mereka. Harapan untuk menang dibuat pusing, pagi hingga malam bahkan tidak segan datang meminta keberhasilannya dengan paranomal.

(more…)

10 Penyakit Manusia

April 19, 2006

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN

Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang
lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.

Kekanak-kanakan. Kenapa ?
Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau ” mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.
(more…)

Pacaran Dalam Pandangan Islam

February 20, 2006

a. Islam Mengakui Rasa Cinta

Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.

“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .”(QS. Ali Imran :14).

Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mengejwantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semau itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.

Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku”.
(more…)

Loving You, Merit Yuk

Wahai sekalian pemuda… barangsiapa di antara kalian berkesanggupan (sudah mampu) maka hendaklah menikah. Karena sesungguhnya ia (menikah) dapat memejamkan mata dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, maka berpuasalah. Maka sesungguhnya puasa itu benteng baginya.
[HR Bukhari dan Muslim]
(more…)

Persiapan Muslimah Menjelang Pernikahan Permasalahan dan Kiat-kiat Menghadapinya…

Sebagai seorang muslimah, kita semua tentu mengharapkan pada saatnya nanti akan bertemu dengan pendamping yang akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga kita. Harapannya adalah, dapat membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawwadah warrahmah. Berikut ini adalah sebuah artikel yang bagus untuk disimak yang insya Allah bisa menjadi bekal bagi para muslimah pada khususnya, juga seluruh muslimin dan muslimat dimanapun berada pada umumnya, mengenai apa yang harus dipersiapkan menjelang pernikahan. Silahkan disimak.
(more…)

Lagi-lagi Tentang Nikah…

February 16, 2006

Bismillahirrahmaanirahiim

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2 Al-qur’an tentang tujuan hidup yang sebenarnya Nasehat ini untuk semuanya ………..
Untuk mereka yang sudah memiliki arah………
Untuk mereka yang belum memiliki arah………
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya…….
Semua yang menginginkan kebaikan.
(more…)

Siapa paling jelek ??!

Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. “Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus “, kata Kyai. “Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?” “Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari “. Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.
(more…)

Tetaplah di Sini Saudaraku

February 15, 2006

Tetaplah disini saudara/i ku………..
Dijalan keimanan ini……..dijalan keislaman ini…………….
Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini………sampai usai………….
Kita semua mungkin sudah letih….
Karena perjalanan ini amat panjang dan berliku……
Tapi …. bersiaplah disini…….
Jangan sekali-kali kita menjauh……
Yakinlah kenikmatan pengorbanan yang kita teguk di jalan ini….
Jauh lebih banyak … ketimbang yang dilakukan orang-orang lalai itu ……
Keindahan disini…. jauh lebih indah dari pada keindahan yang dibanggakan oleh orang-orang lalai itu
(more…)

“sorry, ruang sholatnya dimana ??”

Kubereskan meja kerja ku saat adzan telah menggema, semuanya harus kelihatan rapi disaat aku tinggalkan untuk sholat maghrib, kalau tidak aku takut akan dibereskan temen-temenku, dan kertas-kerats coretanku pun akan punya rumah baru di tong sampah.
Alhamdulillah teman-temanku selalu siap sedia menggantikanku disaat aku akan menunai kewajibanku sebagai seorang muslim. Meski kadang aku merasa begitu sedih, diwaktu adzan berkumandang seperti ini masih saja user-user warnet berdatangan. Bukannya aku tidak bersyukur atas rejeki yang diberikan Allah kepada kami dengan ramainya pelanggan, hanya saja aku merasa seakan-akan kami menyediakan tempat untuk orang melupakan Allah. Terbersit rasa bersalah yang sangat dalam dihati. Namun apa yang harus kulakan ?? menutup warnet adalah hal yang tak mungkin kulakukan.
(more…)

Membangkitkan Reaktor Energi Ketakberhinggaan

Adalah Bilal. Ketika tubuh legamnya dipanggang di tengah hamparan pasir membara kota Makkah, ditindah batu besar membara pula, seraya dikatakan padanya, “Demi Alllah, kamu akan terus begini sampai mati, atau kamu ingkar kepada Muhammad dan menyembah Lata dan Uzza.”Telah masyhur bahwa kemudian sepasang bibir mulianya tidak berucap melainkan hanya “Ahad…ahad… .” Sampai kemudian Abu Bakar membelinya dari majikannya (Umayyah bin Khalaf) kemudian membebaskannya.
Adalah Fatimah binti Kkath-thab. Tatkala hardikan Umar seraya meraih kasar kepalanya mengusik tilawahnya bersama Khabbab dan suaminya. Bahkan saat sejurus kemudian gamparan keras tangan perkasa kakaknya itu menyungkurkannya bersimbah darah. Bukan tangisan wajar seorang adik perempuan kesayangan yang keluar, pun bukan harap menghiba penuh kelemahan. Fathimah bangkit kemudian balas meraih kepala Umar dan
berkata tegas, “Sekalipun kau tidak menyukainya!!!”
(more…)